A. MENJELASKAN TEORI ASAL-USUL KEHIDUPAN
1. TEORI ABIOGENESIS ( GENERATIO SPONTANEA)
Teori yang dikemukakan Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup
tercipta dari benda tak
hidup yang berlangsung secara spontan (
generatio spontanea).
Misalnya cacing dari tanah, ikan dari lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama
beberapa abad.
2. TEORI BIOGENESIS
Teori ini menganggap bahwa
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya.
Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini adalah
Francesco Redi, Lazzaro
Spallanzani, dan Louis
Pasteur.
a. Francisco Redi
Melakukan percobaan sbb :

Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk
membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan
bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan
tertentu.
- Labu I : diisi daging segar dan dibiarkan terbuka
- Labu II : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
- Labu III : diisi daging segar dan ditutup rapat
Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut:
- Labu I : dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
- Labu II : dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
- Labu III : dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung
Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur
lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat
sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat
ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena
Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.
b. Lazzaro Spalanzani
Melakukan percobaan dengan desain sbb :
- Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
- Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
- Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
- Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya
kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham
abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan
mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (
elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
c. Louis Pasteur :
Melakukan percobaan dengan desain sbb :
Pasteur menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzani. Ia menggunakan
kaldu dalam labu yang disumbat dengan gabus. Selanjutnya gabus
tersebut ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa (huruf S), kemudian
dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan beberapa hari kemudian diamati.
Ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Disain pipa yang berbentuk leher angsa tersebut memungkinkan masuknya
gaya hidup dari udara, tetapi ternyata tidak didapati makhluk hidup
dalam kaldu. Menurut Pasteur, mikroorganisme yang tumbuh dalam kaldu
berasal dari udara. Mereka tidak bisa masuk karena terhambat oleh bentuk
pipa. Hal ini bisa dibuktikan bila labu dimiringkan sedemikian rupa
sehingga kaldu mengalir melalui pipa dan menyentuh ujung pipa, ternyata
beberapa hari kemudian menyebabkan busuknya kaldu.
Dengan demikian Pasteur telah membuktikan bahwa teori biogenesislah yang benar. Muncullah ungkapan :
“ omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo”
yang artinya: makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
3. TEORI EVOLUSI KIMIA ( ABIOLOGI )
Ternyata gugurnya teori abiogenesis oleh teori
biogenesis tidak membuat ilmuwan berhenti menyelidiki tentang asal-usul
kehidupan. Sekarang, timbul pertanyaan, jika makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup, dari manakah asal mula makhluk hidup yang
pertama? Untuk menjawab itu, muncullah teori evolusi kimia. Ilmuwan yang
menyatakan teori tersebut adalah
Harold Urey. Urey menyatakan bahwa
pada periode tertentu, atmosfer bumi mengan-dung molekul
metana (CH 4),
amonia (NH 4), air (H2O), dan karbon dioksida(CO2).
Karena pengaruh dari energi petir dan sinar kosmis,
zat-zat tadi bereaksi. Hasil reaksi tersebut menghasilkan suatu zat
hidup yang diduga virus. Zat hidup tersebut berkembang selama jutaan
tahun membentuk makhluk hidup.
Untuk membuktikan teori ini, Stanley Miller
melakukan sebuah percobaan, dengan desain percobaan sbb
Peralatan yang dirancang Miller, yakni
ruang bunga api diisi dengan campuran gas meniru atmosfer purba,
sementara botol kaca kecil diisi dengan air murni seperti sup purba.
Miller membuat kilat buatan dengan bunga api listrik di antara dua
elektroda dalam atmosfer buatan tersebut. Ia juga memanaskan air laut
tiruannya. Seminggu kemudian ketika hasil percobaannya dianalisa menggunakan
kromatografi, ia menemukan endapan senyawa organik penyusun kehidupan
yang sangat terkenal: asam amino!
Ragam asam amino itu—glisin, alanin, aspartik, dan glutamik—adalah unsur dasar pembentuk protein, penyusun struktur
sel, dan berperan penting dalam reaksi biokimia yang dibutuhkan kehidupan.
Alexander Ivanovich Oparin mengajukan hipotesis,
bahwa pada atmosfer purba bumi waktu itu terdapat senyawa air (H2O), hidrogen (H2), amonia (NH3), dan metana (CH4).
Dengan bantuan energi yang ada pada saat itu misalnya energi panas
bumi, sinar matahari, sinar ultra violet, sinar kosmis, maupun loncatan
petir, menyebabkan bahan-bahan tersebut terurai dan terbentuklah
molekul-molekul organik.
Molekul organik yang terbentuk terkumpul pada permukaan perairan baik
laut, danau, sungai, maupun kolam. Kumpulan bahan organik yang terdapat
di perairan tersebut dinamakan
sup purba atau
sup primordial. Di sinilah diperkirakan tempat kehidupan pertamakali muncul.
B. MENJELASKAN PRINSIP-PRINSIP PENTING PADA EVOLUSI
a. Menurut JB Laamarck
J.B Lamarck mengungkapkan bahwa, proses perkembangan mahluk hidup dipengaruhi oleh
kebiasaan. Kebiasaan tersebut akan menyebabkan perubahan struktur tubuh
(anatomi) dan diwariskan kepada keturunannya. Sebagai akibat pengaruh
kebiasaan tersebut,
Lamarck menyimpulkan bahwa organ-organ yang
digunakan akan berkembang sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran (use and disuse).
Lamarck memberikan contoh fenomena jerapah sebagai pendukung
teorinya. Menurut Lamarck, jerapah pada mulanya berleher pendek. Karena
sering digunakan untuk menggapai pucuk dedaunan yang semakin tinggi,
Gambar Terbentuknya leher jerapah menurut JB Lamarck
b. Charles Robert Darwin ( bapak evolusi)
Ia menyatakan bahwa evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi
alam (natural selection). Yang dimaksud seleksi alam adalah: proses
pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup di
dalamnya. Hanya makhluk hidup yang memiliki variasi sesuai dengan
lingkungan yang bisa bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan
punah. Organisme yang bisa hidup inilah yang selanjutnya akan mewariskan
sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya.
Pokok-pokok pemikiran yang melandasi ajaran Darwin mengenai evolusi antara lain:
1) Tidak ada individu yang identik, selalu ada variasi meskipun dalam satu keturunan
2) Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena setiap makhluk hidup mampu berkembang biak.
3) Untuk berkembangbiak diperlukan makanan dan ruang yang cukup.
4) Pertambahan populasi tidak berlangsung secara terus menerus,
tetapi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor pembatas antara lain
makanan dan predasi.
Dalam bukunya The Origin of Spesies by means of Natural Selection,
Darwin menyatakan dua hal penting sebagai Teori Evolusi yaitu:
a) Spesies-spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies nenek moyangnya yang hidup di masa lalu.
b) Perkembangan spesies dipengaruhi oleh seleksi alam dan variasi antar populasi.
Fenomena jerapah dengan leher panjang dijelaskan oleh Darwin dengan
melihat dari sudut pandang adanya variasi. Menurut Darwin, jerapah pada
mulanya ada yang berleher panjang dan ada yang berleher pendek. Jerapah
yang berleher pendek tidak mampu bertahan hidup karena kalah dalam
berkompetisi dengan jerapah berleher panjang untuk memperoleh makanan
berupa dedaunan pada pohon yang tinggi. Akibatnya populasi jerapah
berleher pendek menjadi punah dan tinggal populasi jerapah berleher
panjang yang mampu bertahan hidup di lingkungannya (
Hukum survival of the fi ttest).
Gambar : Terbentuknya leher jerapah menurut JB.Lamarck VS Darwin

Dari berbagai teori Darwin yang dijelaskan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan seperti berikut.
- Spesies yang ada sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lampau.
- Evolusi yang terjadi melalui proses seleksi alam.
- Proses evolusi dipengaruhi oleh lingkungan.
Evolusi berdasarkan hasil akhir. Berdasarkan hasil akhir, evolusi dapat dibedakan menjadi dua.
a. Evolusi divergen. Evolusi
divergen merupakan proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu
spesies menjadi banyak spesies baru. Evolusi divergen ditemukan pada
peristiwa terdapatnya lima jari pada vertebrata yang berasal dari nenek
moyang yang sama dan sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.
b. Evolusi konvergen. Evolusi
konvergen adalah proses evolusi yang perubahannya didasarkan pada
adanya kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis sama
dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat ditemukan pada hiu dan
lumba-lumba. Ikan hiu dan lumba-lumba terlihat sama seperti organisme
yang berkerabat dekat, tetapi ternyata hiu termasuk dalam
pisces, sedangkan ikan lumba-lumba termasuk dalam mamalia. Agar lebih jelas tentang evolusi konvergen,
Gambar evolusi divergen dan evolusi konvergen